Tampilkan postingan dengan label Edukasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Edukasi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 September 2016

Selamat Tinggal Senioritas, Begini Cara Kampus Jepang Gelar Orientasi Mahasiswa Baru






Pagi, B-Con Plaza di Beppu, Jepang, sudah terlihat sibuk. Ada tawa terdengar di sana-sini, bersama riuh langkah kaki para mahasiswa baru Ritsumeikan Asia Pacific University (APU). Waktu menunjukkan pukul 10.00 WIB.

Hari itu adalah seremoni masa orientasi bagi mahasiswa baru. Kurang lebih selama sepekan, mereka akan berkenalan dengan kampus yang bakal menjadi tempat belajar selama minimal empat tahun ke depan.
Namun, tak ada aura penggojlokan menguar di area kampus tersebut. Justru, ada warna-warni yang muncul, terutama dari para mahasiswa internasional.

Pada seremoni itu, para mahasiswa internasional diminta mengenakan pakaian khas negara masing-masing, bila memungkinkan. Tak heran, pada pagi itu ada banyak orang berseliweran mengenakan kebaya dan batik. Betul, mereka adalah mahasiswa baru dari Indonesia.

“Di sini (APU) memang begitu. Di acara entrance ceremony akan terasa warna-warni budaya dari banyak negara," ungkap Aisyah Fakhriyah Ahmad Wadi, salah satu mahasiswa asal Indonesia. Aisyah memang bukan mahasiswa baru, tetapi dia ikut mengisi seremoni tersebut. "Saya akan pakai baju bodo—pakaian khas Makassar—besok,” ujar dia.

Masuk APU pada 2014, Aisyah menjadi pembawa acara untuk upacara penerimaan mahasiswa baru angkatan 2016, pada Jumat itu. Dia membawakan agenda presentasi pengenalan kegiatan kampus dan pertunjukan oleh mahasiswa.

Agenda orientasi, Aisyah pun lalu bertutur tentang acara orientasi mahasiswa baru di kampusnya. Agenda acara orientasi, kata Aisyah, lebih banyak membahas kehidupan mahasiswa kampus dan bimbingan untuk mandiri selama belajar.

“Tidak ada senioritas sama sekali. Saat acara orientasi, senior berperan sebagai pembimbing mahasiswa baru agar tetap survive,” ungkap dia.
Agenda itu mulai dari bimbingan-bimbingan student life guidance—pengenalan hak dan kewajiban serta adaptasi mahasiswa di kampus, course registration—, penyususunan rencana studi, pengenalan seluk-beluk kampus, hingga acara untuk menjalin keakraban.

Beberapa agenda utama digeber pada Jumat. Acara tak lalu bikin jenuh karena pada bagian akhir ada pertunjukan seni dari grup mahasiswa senior.

Di acara pertunjukan seni, misalnya, grup mahasiswa Indonesia APUIna bahkan sempat menampilkan tarian saman dari Aceh di hadapan audiens. Pertunjukan seni budaya juga ditampilkan grup mahasiswa dari Jepang dan Korea Selatan.

Mahasiswa Indonesia di Jepang 
Berdasarkan riset Nikkei pada Juli 2016, APU merupakan kampus di peringkat teratas yang dinilai paling antusias dan siap menghadapi globalisa

Mahasiswa Indonesia yang masuk APU pada penerimaan September 2016 ada 79 orang. Saat  ini Indonesia menjadi penyumbang mahasiswa ke-empat terbanyak di APU.

Bahkan, di kampus itu mahasiswa Indonesia juga dikenal sebagai pelajar-pelajar aktif di organisasi kampus. Tiap tahun, grup mahasiswa APUIna juga rutin mengadakan INAweek—acara tahunan selama sepekan yang khusus mengenalkan seni, budaya, dan kuliner asal Inndonesia.

Khusus untuk penyambutan mahasiswa baru pada September 2016, otoritas kampus juga meminta mahasiswa Indonesia menjadi salah satu perwakilan yang memberi pidato.

"Kaget disuruh pidato. Dihubungi sebelum berangkat ke sini (Jepang). Tadinya ragu, tetapi tetap saya coba dulu," ujar Zena Fadilla, mahasiswa Indonesia terpilih menjadi perwakilan untuk berpidato itu.

Zena adalah mahasiswa baru yang juga penerima beasiswa dari APU. Dalam pidatonya, Zena berbicara tentang kemanusiaan, perdamaian, serta bagaimana menjadi masyarakat berkualitas yang hidup di tengah lingkungan multikultural dan berpikir global.

Selamat datang di kampus tanpa senioritas pada hari-hari orientasi....
Penulis: Sri Noviyanti

Sabtu, 16 Februari 2013

7 Jurusan yang Lulusannya Bergaji Besar


Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Nasional (SNMPTN) 2013 sudah memasuki masa pendaftaran. Para siswa sekolah menengah atas (SMA) yang kini sedang bingung dengan jurusan apa yang tepat bagi mereka sehingga mampu menjamin masa depannya.

Ina Liem, penulis buku bertajuk Tujuh Jurusan Bergaji Besar, mengatakan 
bahwa ada tujuh jurusan yang dapat dijadikan pilihan oleh anak-anak yang hendak melanjutkan pendidikan tinggi. Tujuh jurusan ini diyakini mampu menunjang masa depan yang cerah karena bisa menuai penghasilan besar bagi lulusannya.

"Semua pekerjaan memang bisa mendapat gaji besar jika dirintis dengan benar. Tapi, untuk fresh graduate yang ingin mendapat gaji besar, tujuh jurusan ini bisa mewujudkannya," kata Ina saat World Education Expo Indonesia (WEEI) 2013 di Balai Kartini, Jakarta, Jumat (15/2/2013).

Lantas, apakah tujuh jurusan itu?

1. Matematika
Wanita yang juga menjabat sebagai In-Country Manager La Trobe University ini memaparkan bahwa jurusan pertama yang mampu menghasilkan gaji besar adalah jurusan Matematika. Jangan salah, masuk ke jurusan Matematika justru membuka peluang untuk dapat bergabung dengan perusahaan besar kelas internasional.

"Biasanya kan lulusan Matematika disebutnya hanya bisa jadi guru. Enggak seperti itu juga. Justru lulusan Matematika ini berpotensi menjadi pakar analisa untuk perusahaan besar," ujar Ina.

2. Teknik Informatika
Jurusan kedua yang mampu menghasilkan uang banyak saat ini adalah jurusan Teknik Informatika atau lebih akrab disebut Information Technology (IT). Hal ini masuk akal melihat teknologi yang kian maju dan kebutuhan perusahaan akan ahli teknologi untuk memajukan bisnis yang dikelolanya.

3. Teknik Kimia
Jurusan ketiga yang mendongkrak masa depan seseorang adalah jurusan Teknik Kimia. Tentu tidak ada yang menyangka bahwa jurusan Teknik Kimia termasuk yang berpotensi bergaji besar. Pasalnya, jurusan ini justru tidak populer jika dibandingkan dengan jurusan Psikologi, Hukum, dan Kedokteran.

"Memang terlihatnya tidak populer. Tapi sekali lagi jangan salah, Teknik Kimia ini juga banyak dilirik. Contoh pasta gigi, sabun, atau cat tembok yang digunakan itu semua ada campur tangan lulusan Teknik Kimia," jelas Ina.

4. Manajemen
5. Geologi
6. Teknik Pertambangan
7. Teknik Perminyakan


Secara berturut-turut empat jurusan ini memang selalu disebut-sebut mampu menghasilkan uang berlimpah bagi para lulusannya. Apalagi, tiga jurusan terakhir.

"Geologi, pertambangan, dan perminyakan ini tidak usah ditanya. Biasanya, begitu masuk langsung bisa dapat gaji double digit," ungkap Ina.

"Namun, semua itu tidak cukup jika tidak memiliki soft skills yang baik. Jadi, jangan lupa kembangkansoft skills," tandasnya.

Menurut Oxford Dictionaries, soft skills adalah karakter pribadi yang memudahkan seseorang untuk berinteraksi dengan efektif dan harmonis dengan orang lain di sekitarnya.

Ditemukan, 8 Kejanggalan pada Kurikulum 2013

Koalisi Pendidikan bersama Indonesia Corruption Watch (ICW) menemukan delapan kejanggalan pada kurikulum 2013 yang dijadikan pengganti Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Melihat delapan kejanggalan ini, menunjukkan pemerintah tidak memiliki mekanisme pasti dalam mengubah kurikulum.

Peneliti ICW, Siti Juliantari Rachman, mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan investigasi terkait proses perubahan kurikulum pendidikan ini. Dari investigasi terhadap berbagai narasumber ini, ditemukan delapan kejanggalan pada kurikulum 2013 yang menimbulkan berbagai pertanyaan.

"Perubahan kurikulum ini aneh. Selain tergesa-gesa, ada juga kejanggalan dari penyusunannya, guru, buku bahkan anggaran," kata Tari saat jumpa pers Kejanggalan Kurikulum 2013 di Kantor ICW, Kalibata, Jakarta, Jumat (15/2/2013).

Kejanggalan pertama adalah pemerintah menggunakan logika terbalik dalam perubahan kurikulum pendidikan. Pemerintah justru mengubah kurikulum terlebih dahulu baru diikuti dengan revisi Peraturan Menteri dan Peraturan Pemerintah.

"Harusnya kan pemerintah merevisi PP tentang standar nasional pendidikan dulu baru menyusun kurikulum baru. Ini sekarang standar nasional pendidikan justru mengikuti kurikulum 2013," jelas Tari.

Kejanggalan kedua adalah pemerintah tidak konsisten dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN). Proses perubahan kurikulum ini justru terlihat tidak terencana dan tidak terstruktur. Akibat perubahan kurikulum di luar RPJMN adalah anggaran yang ikut tidak pasti.

Masalah anggaran ini menjadi kejanggalan ketiga dalam kurikulum 2013 ini. Sudah pernah disebut bahwa anggaran perubahan kurikulum ini tidak pernah sama. Pada paparan pertama kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), pemerintah menyebutkan anggaran kurikulum sebesar Rp 684 miliar. Namun kemudian berubah menjadi Rp 1,4 triliun dan naik kembali menjadi Rp 2,49 triliun.

Kemudian kejanggalan keempat adalah tidak ada evaluasi komprehensif terhadap KTSP yang dapat menjadi landasan adanya perubahan kurikulum ini. Selanjutnya kejanggalan kelima adalah panduan kurikulum yang malah membelenggu kreativitas dan inovasi guru serta penyeragaman konteks lokal.

"Semuanya disediakan pusat. Guru jadi terbatas dalam mengembangkan kreativitas dan konteks lokal kan berbeda tidak bisa diseragamkan," jelas Tari.

Kejanggalan keenam adalan target training master teacher yang terlalu ambisius. Hal ini mengacu pada durasi pelatihan dan jumlah guru yang akan dilatih cukup besar. Kejanggalan ketujuh adalah bahan perubahan kurikulum yang disampaikan pemerintah berbeda-beda.

"Tidak ada dokumen pasti. Pemerintah hanya memperlihatkan powerpoint saja yang terus bisa ditambah jika ada kekurangan. Jadinya dokumen berubah terus tidak pasti," ujar Tari.

Kejanggalan terakhir adalah persiapan buku yang jauh dari selesai. Buku yang disiapkan untuk siswa dan guru baru selesai 50 persen. Bahkan untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) buku yang siap baru buku Sejarah dan Matematika saja.

Minggu, 13 Januari 2013

RSBI Menjadi Sekolah Unggulan

Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) yang ada di sejumlah daerah akan berubah menjadi sekolah unggulan. Sekolah ini menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lain dari sisi kualitas dan penyediaan sarana, tetapi bisa diakses siapa pun dan tidak dipungut biaya.

Kebijakan ini dilakukan setelah Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan bahwa Pasal 50 Ayat (3) Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional bertentangan dengan konstitusi.

Di Sulawesi Selatan, misalnya, 52 sekolah berstatus Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) akan menjadi sekolah unggulan yang terbuka bagi semua lapisan masyarakat. Alokasi kursi 20 persen untuk siswa miskin akan dihapus dan sekolah tidak boleh lagi melakukan pungutan. Biaya penyelenggaraan sekolah unggulan akan bersumber dari dana bantuan operasional sekolah (BOS) serta subsidi dari pemerintah daerah.

”Selama ini sekolah RSBI di Makassar mendapat bantuan dana Rp 90 juta setahun dari APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah). Alokasi dana ini nantinya untuk sekolah-sekolah unggulan,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar Mahmud BM.

Di Kalimantan Selatan, 21 sekolah berstatus RSBI akan berubah menjadi sekolah reguler. ”Sekolah tidak boleh lagi melakukan pungutan,” kata Gubernur Kalsel Rudy Ariffin.

Di Bandung, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Wahyudin Zarkasyi menegaskan, setelah tidak berstatus RSBI, sekolah tidak boleh lagi memungut dana dari masyarakat.

Di Kota Tangerang, Banten, meski status RSBI dihapus, sarana di sekolah eks RSBI akan dijadikan Pemerintah Kota Tangerang sebagai standar sekolah lainnya. ”Nantinya tak boleh ada lagi sekolah favorit. Kualitas semua sekolah sama di tiap kecamatan,” kata Wali Kota Tangerang Wahidin Halim.

Di Surabaya, Pemerintah Kota Surabaya membebaskan biaya pendidikan di semua jenjang pendidikan mulai dari SD hingga SMA/SMK, termasuk RSBI.

”Karena itu, meski sudah tidak menjadi RSBI, kualitas sekolah tidak boleh turun,” kata Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.

Di Jawa Timur, terdapat 198 RSBI mulai dari SD, SMP, hingga SMA/SMK. Sebanyak 182 guru mendapat beasiswa S-2 dari APBD Jatim. ”Kami alokasikan anggaran Rp 18 miliar bagi guru yang akan mengambil S-2,” kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jatim Harun.

Jadikan standar
Di sejumlah daerah, seperti Solo, Kupang, Tegal, dan Gresik, kepala dinas pendidikan setempat masih menunggu petunjuk dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) soal penanganan tindak lanjut sekolah-sekolah berstatus RSBI.

Lody Paat, Koordinator Koalisi Pendidikan Masyarakat yang menggugat keberadaan RSBI ke MK, menegaskan, masyarakat tidak membutuhkan sekolah unggulan untuk menjamin mutu pendidikan. ”Dengan memenuhi delapan standar nasional pendidikan, mutu pendidikan di negeri ini bisa terwujud,” tutur Lody.

Adapun Ketua Komisi X DPR Agus Hermanto mengatakan, setelah RSBI dibubarkan, Kemdikbud harus menyusun rencana guna meningkatkan kualitas pendidikan secara merata.

Menurut Febri Hendri, peneliti Indonesia Corruption Watch, mengatakan, rencana perubahan RSBI menjadi sekolah berkategori mandiri ataupun dengan program hibah kompetisi dinilai sebagai upaya ”ganti baju” RSBI.

Sementara Bambang Wisudo dari Sekolah Tanpa Batas mengatakan, kebijakan pendidikan nasional yang dibuat pemerintah, seperti ujian nasional, badan hukum pendidikan, dan RSBI, terbukti menuai masalah.

HAR Tilaar, Guru Besar Emeritus Universitas Negeri Jakarta, mengatakan, pemerintah harus serius memikirkan strategi untuk mengembangkan sekolah eks RSBI yang memang dulunya sekolah unggulan di seluruh Indonesia. Layanan pendidikan di sekolah eks RSBI bisa menjadi model proses pembelajaran bermutu yang perlu dikembangkan ke sekolah lainnya.

Selasa, 06 Maret 2012

Perguruan Tinggi Jangan Diam, Lawan Korupsi

Rektor Universitas Paramadina Anis Baswedan mengatakan, perguruan tinggi harus aktif melakukan perlawanan terhadap korupsi. Menurutnya, perguruan tinggi merupakan gerbang akhir dalam membangun integritas melawan korupsi.
Ia menjelaskan, saat ini kampus yang dipimpinnya telah mewajibkan mata kuliah Anti Korupsi sebagai Mata Kuliah Dasar Umum (MKDU) dengan bobot dua SKS. Ia mengatakan, kewajiban setiap mahasiswa mengambil mata kuliah tersebut diharapkan dapat membentuk karakter anti korupsi.
"Membangun integritas anti korupsi itu harus mulai dari keluarga, tapi perguruan tinggi tak boleh diam," kata Anis pada acara deklarasi kampus melawan korupsi, di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Salemba, Jakarta, Senin (5/3/2012).
Yang menjadi masalah, kata dia, masyarakat hanya mengetahui korupsi sebagai sesuatu yang salah dan tidak baik. Akan tetapi di sisi lainnya masyarakat dinilai kurang memahami tindak-tanduk korupsi dalam kesehariannya.
Untuk itulah ia menarik permasalahan korupsi ke dalam proses pendidikan. Selain mengupayakan pendidikan sebagai zona yang bebas korupsi, tetapi juga untuk menterjemahkan praktik korupsi yang terjadi di dalam keseharian.
"Korupsi adalah urusan semesta, perjuangan semuanya. Itulah mengapa kita masuk," pungkasnya.

Mengimplementasikan Budaya Kepemimpinan di Sekolah

Sekolah Dasar Standar Nasional (SDSN) 12 Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, yang menjadi sekolah negeri  berbasis karakter kepemimpinan di Indonesia, menggelar pelatihan Implementasi Budaya I. Pelatihan yang digelar beberapa hari lalu ini, diikuti oleh para guru, komite shttp://assets.kompas.com/data/photo/2012/02/09/1611514620X310.jpgekolah, serta staf administrasi SDSN 12 Benhil.http://assets.kompas.com/data/photo/2012/02/09/1611514620X310.jpg

Implementasi Budaya I merupakan bagian dari penerapan program The Leader in Me, setelah sebelumnya ada Vision Day dan pelatihan The 7 Habits of Highly Effective Educators oleh Dunamis Foundation. Direktur Dunamis Foundation Andiral Purnomo mengatakan, The Leader in Me merupakan program membangun karakter anak didik sejak dini melalui pengembangan karakter kepemimpinan pendidikan  dengan pembentukan budaya sekolah.

Proses implementasi diawali dengan pembentukan budaya kepemimpinan di sekolah yang meliputi tiga tahapan yaitu Vision Day, Pelatihan The 7 Habits of Highly Effective Educators, dan Pelatihan Implementasi Budaya Level 1. Fase ke-2 dalam tahap implementasi adalah aplikasi penggunaan alat bantu untuk penerapan budaya kepemimpinan di sekolah dan ditunjang dengan pelatihan Implementasi Budaya Level 2. Sementara itu, fase ke-3 implementasi adalah memaksimalkan hasil dari penerapan budaya kepemimpinan.

“Tujuan dari pelatihan implementasi budaya level 1 adalah untuk mempersiapkan guru dan manajemen sekolah untuk mengimplementasikan budaya kepemimpinan di SDSN 12 Benhil,” tambah Andiral.

Pelatihan implementasi budaya level 1 The Leader in Me di SDSN 12 Benhil difasilitasi langsung oleh Andiral  dan membahas mengenai enam pilar pendukung penerapan The Leader in Me yang menggunakan pendekatan menyeluruh termasuk dengan pemberian keteladanan (modeling),  lingkungan sekolah yang mendukung (environment: lihat-dengar-rasa), materi ajar (curriculum),  cara penyampaian (instruction),  hingga  system (systems), dan tradisi kepemimpinan (traditions) yang diselaraskan dengan visi dan misi sekolah bersangkutan.

Program The Leader in Me menggunakan pendekatan menyeluruh (whole-school approach). Pendekatan ini tidak hanya memberikan kesempatan kepada siswa, melainkan juga kepada  guru, manajemen sekolah hingga  orang tua murid untuk memiliki karakter kepemimpinan melalui  prinsip universal  7 Habits. Program The Leader in Me sendiri diadopsi dari prinsip The 7 Habits of Highly Effective People karya DR. Stephen R. Covey yang telah disesuaikan penerapannya untuk lingkungan sekolah.

Para siswa SDSN 12 Benhil pun diharapkan dapat belajar bagaimana menerapkan The 7 Habits dalam kegiatan mereka sehari-hari, baik dalam pelajaran dan perilaku sehari-hari. Program diberikan kepada anak didik melalui transfer knowledge dari para pendidik, baik melalui materi ajar kurikulum, juga melalui teladan seluruh guru dan komponen sekolah, hingga praktek-praktek kepemimpinan di dalam dan luar kelas. 

Rabu, 21 Desember 2011

10 Trik agar Belajar Anda Efektif

Mungkin ada yang memercayai bahwa kesuksesan dalam belajar datang dengan sendirinya. Tak salah memang, ketika ada yang meraih kesuksesan dalam studinya, padahal ia terlihat tidak melakukan usaha yang sangat keras. Akan tetapi, kebanyakan pelajar justru meraih kesuksesan dengan mengembangkan dan mengaplikasikan kebiasaan belajar yang efektif? Nah, 10 trik berikut ini mungkin bisa jadi panduan bagi Anda yang tengah mencari cara terbaik dalam belajar.

1. Jangan mencoba untuk memaksakan belajar dalam satu sesi

Biasanya, para pelajar yang sukses selalu meluangkan waktu belajarnya lebih pendek dan jarang memaksakan mempelajari seluruhnya dalam satu atau dua sesi. Kuncinya, belajarlah dengan konsisten dan lakukan secara reguler meskipun dalam waktu singkat.

2. Rencanakan saat Anda akan belajar

Jika ingin sukses dalam belajar, susunlah jadwal dengan waktu yang spesifik selama sepekan. Dan cobalah untuk tegas dengan jadwal yang telah Anda buat. Mereka yang belajar secara sporadis, biasanya tidak berperforma sebaik pelajar yang telah mengatur waktu belajarnya dengan disiplin.

3. Belajarlah pada waktu yang sama


Tidak hanya apakah penting untuk merencanakan jadwal kapan harus belajar, tetapi, Anda juga belajar untuk konsisten dengan rutinitas belajar harian. Ketika Anda belajar pada waktu yang sama setiap hari dan setiap minggu, maka hal itu akan menjadi bagian yang rutin dalam kehidupan Anda. Secara mental dan emosional, Anda akan lebih mempersiapkan diri saat sesi belajar tiba dan tentunya lebih produktif.

4. Setiap kegiatan belajar harus memiliki tujuan yang spesifik


Menganggap sederhana belajar tanpa arahan yang jelas tidak akan efektif. Anda perlu tahu dengan jelas apa yang Anda butuhkan dalam setiap kesempatan belajar. Sebelum mulai belajar, aturlah tujuan dari belajar yang Anda lakukan. Hal ini akan mendukung tujuan akademik secara keseluruhan.

5. Jangan pernah menunda belajar

Adalah hal yang sangat mudah umum untuk membatalkan sesi belajar yang telah Anda rencanakan karena tidak tertarik dengan bidang studi, atau Anda memiliki hal lain yang harus dilakukan, atau karena tugas yang diberikan sangat sulit untuk dikerjakan.

Pelajar yang berhasil tidak pernah menunda waktunya untuk belajar. Jika Anda melakukannya, kegiatan belajar Anda menjadi tidak efektif dan Anda tidak akan mendapatkan apa yang dibutuhkan. Penundaan juga akan menimbulkan kekacauan dan menjadi penyebab nomor satu dari kegagalan.

6. Mulailah dengan pelajaran yang paling sulit

Tugas atau pelajaran yang paling sulit akan membutuhkan usaha, mental, dan energi yang paling besar. Anda sebaiknya memulai dengan hal ini. Sekali Anda bisa menyelesaikan tugas yang paling berat ini, akan lebih mudah untuk menyelesaikan sisanya. Percaya atau tidak, memulai dengan pekerjaan yang paling sulit akan membawa peningkatan yang sangat besar bagi keefektifan sesi belajar dan performa akademis Anda.

7. Selalu review catatan Anda sebelum mulai mengerjakan tugas

Hal yang pasti, sebelum Anda dapat mereview catatan yang dimiliki, maka Anda harus memiliki catatan tersebut. Pastikan bahwa Anda selalu membuat catatan yang baik selama di kelas. Sebelum memulai setiap sesi belajar dan mengerjakan tugas utama yang harus diselesaikan, pastikan Anda tahu bagaimana mengerjakannya dengan benar.

8. Pastikan tidak ada gangguan selama belajar

Carilah tempat belajar yang aman dari gangguan. Ketika Anda terganggu saat belajar maka itu akan membuyarkan konsentrasi dan kegiatan belajar menjadi tidak efektif.

9. Manfaatkan kelompok belajar dengan efektif


Pernah mendengar pepatah, "Dua kepala lebih baik daripada satu kepala?". Pepatah ini bisa jadi benar untuk diterapkan dalam kegiatan belajar. Belajar secara kelompok akan membawa sejumlah keuntungan, diantaranya, mendapatkan bantuan dari pelajar lainnya saat Anda berjuang untuk memahami sebuah konsep, menyelesaikan tugas dengan lebih cepat, dan berbagi pengetahuan dengan pelajar lain yang akan membantu mereka dan diri Anda sendiri untuk menginternalisasi persoalan. Tetapi, kelompok belajar akan menjadi tidak efektif ketika tidak terstruktur dan anggota grup minim persiapan.

10. Review catatan, tugas, dan materi lainnya setiap akhir pekan

Pelajar yang sukses biasanya selalu mereview apa yang telah mereka pelajari selama seminggu di setiap akhir pekan. Cara ini akan membuat mereka mempersiapkan diri lebih baik untuk melanjutkan pembelajaran konsep-konsep baru pada pekan berikutnya.

Yakinlah, saat menerapkan trik-trik ini dalam belajar akan membawa perubahan dan peningkatan yang signifikan dalam catatan akademis dan keberhasilan studi Anda. Kuncinya, jangan putus asa!

Berkurangnya Kejujuran, Etika dan Integritas Jadi Tantangan PR

Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi London School of Public Relations (Stikom LSPR), menghadiri “Kongres Praktisi PR Muslim Sedunia” (Global Congress for Moslem Public Relations Practitioners) yang berlangsung di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 4-8 Desember 2011, lalu.
Dalam kongres tersebut, Prita Kemal Gani, MBA, MCIPR, IPR, Direktur Stikom LSPR yang juga Ketua Umum Perhumas didampingi dosen senior Stikom LSPR Nico Wattimena, MA, PhD, MCIPR, serta sejumlah mahasiswa Stikom LSPR.
Konperensi internasional bertema “Praktek PR di Negara-Negara Islam; Tren Masa Lalu, Masa Kini dan Masa Mendatang” ini diselenggarakan International Islamic University of Malaysia dan Kargozar Public Relations Institute Teheran (Iran) serta didukung Federation of ASEAN Public Relations Organizations, yang menghadirkan 17 pembicara dari 17 negara.
Mantan Perdana Menteri Malaysia, Tun Abdullah Ahmad Badawi mengatakan, saat ini adalah waktu yang paling tepat untuk menampilkan potensi masyarakat Muslim dengan memberikan kontribusi bagi peradaban manusia.
“Kita dapat menunjukkan, warisan Islam untuk kemajuan umat manusia tidak hanya terhenti pada masa keemasan berabad-abad lalu, tetapi terus memberikan kontribusinya hingga saat ini,” ujarnya.
Menurut Badawi, dengan sumber daya yang dimiliki, para praktisi PR Muslim harus berperan aktif dalam merancang dan melaksanakan kampanye yang efektif untuk menunjukkan citra positif terhadap Islam. Penggunaan perangkat telekomunikasi terbaru juga harus dilakukan untuk menyiarkan berita-berita positif tentang Islam.
Sementara itu, Wakil Menteri Industri dan Perdagangan Internasional Malaysia, Datuk Mukhriz Mahathir, mendesak para praktisi PR Muslim untuk memainkan peranan dalam memperbaiki kesalahpahaman atau persepsi yang keliru terhadap Islam.
Dia juga meminta praktisi PR Muslim untuk terus menerus membantah informasi yang memberikan gambaran yang salah tentang Islam.
“Prasangka, rasisme, Islamophobia merupakan ekspresi nyata yang tidak akan mudah hilang. PR yang efektif merupakan salah satu metode untuk mengatasi masalah ini dan mengembalikan kebenaran yang nyata,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Prita menyampaikan presentasi mengenai organisasi dan tren PR ditinjau dari perspektif Islam di Indonesia.
Sebagai Ketua Perhimpunan Hubungan Masyarakat Indonesia (Perhumas), Prita menandatangani naskah kerjasama antara Perhumas dan Institute of Public Relations Malaysia (IPRM) di bidang pengembangan kegiatan PR di kedua negara.
Sementara itu, Nico Wattimena menyampaikan presentasi berjudul “Public Relations Ethics in An Islamic Framework; Considered from A Contemporary Indonesian Perspective”.
Menurut Nico, Indonesia sebagai negara dengan jumlah populasinya terbesar keempat di dunia dan jumlah populasi Muslim terbesar di dunia, telah memiliki sejarah panjang dan kaya dalam penerapan praktek-praktek Islam di segala bidang.
Penyebaran agama Islam yang dipadukan dengan budaya setempat kemudian dilakukan di Jawa, melalui sembilan tokoh agama yang terkenal dengan sebutan Wali Songo. Dari Jawa, Islam menyebar ke berbagai tempat di Nusantara. Saat ini, sekitar 90 persen dari total penduduk Indonesia beragama Islam.
Sebagai negara dengan beragam etnik, agama dan budaya, Indonesia disatukan oleh ideologi negara yaitu Pancasila. Sebagaia alat pemersatu bangsa dalam melawan penjajahan, Pancasila juga sesuai dengan nilai-nilai dasar Islam, yang menjadi pertimbangan utama pada saat menentukan falsafah negara.
Etika dan ikatan kepercayaan yang terkandung dalam Pancasila itu secara historis telah mengatur perilaku umat Islam di Indonesia. Termasuk pula dalam praktek-praktek kehumasan atau PR, seperti yang telah ditampilkan oleh tokoh-tokoh besar Islam di Indonesia seperti Muhammad Hatta, Buya Hamka dan Abdurrahman Wahid.
Nah, bagaimana seharusnya praktisi PR Muslim di Indonesia memandang masalah etika dalam pemikiran maupun perbuatannya?
Nico menyitir sebuah hadist Nabi Muhammad SAW tentang ciri-ciri manusia yang munafik. Intinya hadist itu menyatakan orang munafik adalah yang berkhianat ketika dipercaya, berbohong ketika bicara, ingkar ketika berjanji dan jahat ketika bertindak. Berdasarkan hadist Rasullullah tersebut, ada dua hal penting yang disampaikan Nico agar seorang praktisi PR Muslim dapat melakukan tugasnya dengan benar.
Pertama, selalu bijaksana dalam bertindak. Pesan kunci yang harus disampaikan oleh seorang PR Muslim hendaknya tidak menyakiti perasaan orang lain. Mempertimbangkan perasaan dan keyakinan orang lain sangat penting untuk menghindari konfrontasi dan konflik dalam hubungan antar manusia, seperti yang diajarkan oleh Rasullullah SAW.
Kedua, perlunya kebutuhan untuk menjembatani kesenjangan budaya dengan menjangkau kelompok budaya, etnis dan agama yang berbeda. Hal ini berarti seorang praktisi PR Muslim haruslah menyesuaikan pesan untuk kalangan-kalangan tertentu, berdasarkan saling menghormati dan saling percaya.
Pembentukan bangsa Indonesia berdasarkan Pancasila dan relevansinya dengan ajaran-ajaran Islam, serta peningkatan pemahaman akan pentingnya PR, didorong begitu rupa oleh perkembangan teknologi informasi. Meski begitu, penerapan prinsip-prinsip dasar Islam oleh seorang praktisi PR Muslim tetap jelas.
“Sebagai praktisi PR, kita akan menghadapi tantangan serius terhadap berkurangnya kejujuran, etika dan integritas. Namun, sebagai Muslim kita selalu dilindungi dan dibimbing oleh agama kita. Selama kita mematuhi apa yang diajarkan Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW, kita akan selalu mendapatkan keselamatan, keamanan dan kepastian dalam setiap tindakan dan keputusan kita,” kata Nico.